Tulungagung, TW- Keputusan pelaksanaan itu berdasarkan rapat pimpinan DPRD Tulungagung belum lama ini. Ditegaskan Ahmad Djadi wakil ketua DPRD Tulungagung dari fraksi Golkar, rapat paripurna DPRD Tulungagung yang diagendakan Sabtu 24 Juli 2010 mendatang membahas soal Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2009. Dalam kesempatan itu, fraksi akan diberikan waktu untuk memberikan tanggapannya, atas hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Setelah diterimanya LHP beberapa hari yang lalu, Dewan telah membentuk Panitia Kerja (Panja) dan melakukan pembahasan sebelum difinalkan, panja memberikan kesempatan untuk mendengarkan pandangan fraksi dewan, yakni fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Hanura, Fraksi PKNU, fraksi PAN, fraksi Demokrat, dan fraksi PKB.
Wakil fraksi Demokrat DPRD Tulungagung Fuad Ashari Kamis siang mengatakan, DPRD Tulungagung berkewajiban untuk segera menindak lanjuti hasil pemeriksaan BPK RI secara optimal, guna melaksanakan fungsi anggaran, pengawasan dan legislasi yang dimiliki oleh dewan, seperti yang ditegaskan pada Permendagri No13 tahun 2010 tentang pedoman pelaksanaan fungsi DPRD terhadap tindak lanjut dari LHP BPK RI. Dijelaskan Fuad via telepon, memang LHP BPK menyebut LKPD dalam opini atau catatan Wajar Dengan Pengecualian (WDP). DPRD memang dapat melakukan pengawasan dan monitoring kepada pemerintah daerah untuk mendorong temuan ataupun rekomendasi dikoreksi opini WDP, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b. Fraksi demokrat memang memiliki pandangan tersendiri, dan ada beberapa koreksi, khususnya soal pendidikan. Namun seperti apa lebih lanjut soal pandangan fraksinya, Fraksi Demokrat akan membeberkannya saat Paripurna digelar Sabtu mendatang, di Graha Wicaksana DPRD Tulungagung. and
Tulungagungweekly
Kabar kabare Tulungagung...
Kamis, 22 Juli 2010
Penerimaan Cukai Persemester 1 Capai Rp 116 milyar, KPPBC Tulungagung Optimis Penerimaan Cukai 2010 Capai Target
Tulungagung, TW - Mengacu laporan penerimaan cukai tembakau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tulungagung, penerimaan cukai sebesar Rp 116 Milyar tercatat selama 6 bulan sejak Januari hingga Juni 2010. Ayudhi Triarso, kepala Bagian Penyuluhan dan Layanan informasi KPPBC Tulungagung Kamis siang mengatakan, penerimaan cukai sebesar Rp 75 Milyar hanya dalam waktu 3 bulan, pada triwulan kedua. Padahal, penerimaan cukai triwulan pertama Januari hingga Maret dibubukan sebesar Rp 40 Milyar, sehingga total penerimaan cukai tembakau menembus Rp 116 Milyar. Menurut Ayudhi, pencapaian penerimaan cukai itu termasuk daerah Trenggalek, karena KPPBC mengkafer dua daerah selain di Tulungagung. Pencapaian penerimaan cukai tidak terlepas dari keberadaan pengusaha rokok, yang kini jumlahnya mencapai 108 pengusaha yang tersebar di dua daerah, dengan 70 pengusaha rokok diantaranya berasal dari Tulungagung. Kebanyakan, kategori pengusaha rokok hanya masuk dalam kategori golongan 3, atau sigaret kretek tangan (SKT). Munculnya isu rokok yang diharamkan oleh Muhammadiyah beberapa waktu lalu, juga terbukti tidak mempengaruhi pada pencapaian cukai. Tahun 2010, penerimaan cukai tembakau ditarget Rp 231 Milyar, atau naik hingga Rp 37 Milyar lebih dari tahun 2009. Hingga akhir tahun 2009 lalu, pencapaian penerimaan cukai terealisasi hingga Rp 243 Milyar, atau surplus hingga Rp 49 Milyar dari target yang ditetapkan. and
Dampak Penggunaan Pupuk Kimia Secara Berlebihan Picu Penurunan Kadar Organisme Tanah di Tulungagung Hanya 2 Persen
Tulungagung, TW - Tatang Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman dan Pangan
Tulungagung mengatakan, hal itu mengacu dari hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur selama tiga tahun sejak 2006 hingga 2008 di Tulungagung. Penggunaan bahan kimia seperti pupuk urea dan sejenisnya secara berlebihan tenyata melebihi ambang batas lingkungan, sehingga menyebabkan matinya organisme tanah. Dalam jangka waktu panjang, kondisi ini menyebabkan tanah menjadi kering dan padat. Secara tidak langsung, kondisi ini mempengaruhi penurunan
hasil pertanian, seperti padi.
Tatang melanjutkan, kadar organisme tanah pertanian idealnya sebesar 5
Persen. Jika di tanah pertanian kadar organisme hanya 2 persen, hal
itu diakui masih kurang. Petani di Tulungagung ternyata masih ketergantungan dengan pupuk kimia buatan. Bahkan, ada sebagian kasus dimana pupuk urea dipergunakan melebihi dari batas ideal. Jika 1,7 kuintal urea ideal cukup untuk 1 hektar lahan, tidak sedikit petani di Tulungagung yang menggunakan pupuk urea 2 hingga 3 kuintal, untuk
lahan satu hektar. Meski penggunaan pupuk organik telah dilakukan para petani, Tatang mengakui jika tanah juga membutuhkan proses yang lama untuk perbaikan kadar organisme. Untuk meningkatkan produktifitas padi dan perbaikan organisme tanah, petani dapat memanfaatkan pupuk kimia dengan organik secara bersamaan, dengan
perbandingan 2 banding 1. Untuk mendukung penggunaan pupuk organic, Disperta sudah memberikan alat pengolah pupuk organik, yang dikelola Kelompok Tani seperti di Kenteng Makmur Tanggul Welahan.and
Tulungagung mengatakan, hal itu mengacu dari hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur selama tiga tahun sejak 2006 hingga 2008 di Tulungagung. Penggunaan bahan kimia seperti pupuk urea dan sejenisnya secara berlebihan tenyata melebihi ambang batas lingkungan, sehingga menyebabkan matinya organisme tanah. Dalam jangka waktu panjang, kondisi ini menyebabkan tanah menjadi kering dan padat. Secara tidak langsung, kondisi ini mempengaruhi penurunan
hasil pertanian, seperti padi.
Tatang melanjutkan, kadar organisme tanah pertanian idealnya sebesar 5
Persen. Jika di tanah pertanian kadar organisme hanya 2 persen, hal
itu diakui masih kurang. Petani di Tulungagung ternyata masih ketergantungan dengan pupuk kimia buatan. Bahkan, ada sebagian kasus dimana pupuk urea dipergunakan melebihi dari batas ideal. Jika 1,7 kuintal urea ideal cukup untuk 1 hektar lahan, tidak sedikit petani di Tulungagung yang menggunakan pupuk urea 2 hingga 3 kuintal, untuk
lahan satu hektar. Meski penggunaan pupuk organik telah dilakukan para petani, Tatang mengakui jika tanah juga membutuhkan proses yang lama untuk perbaikan kadar organisme. Untuk meningkatkan produktifitas padi dan perbaikan organisme tanah, petani dapat memanfaatkan pupuk kimia dengan organik secara bersamaan, dengan
perbandingan 2 banding 1. Untuk mendukung penggunaan pupuk organic, Disperta sudah memberikan alat pengolah pupuk organik, yang dikelola Kelompok Tani seperti di Kenteng Makmur Tanggul Welahan.and
Kakek 80 Tahun Warga Desa Besole Kecamatan Besuki Tewas
Tulungagung, TW - Kejadian itu dialami Mukani, kakek 80 tahun warga Desa Besole Kecamatan Besuki. Mukani ditemukan pertama kali pada Kamis 22 Juli 2010
sekitar pukul 8 pagi tadi. Anak pertama Mukani, Sumiyem perempuan 52 tahun, warga Desa Sawahan Gamping Kecamatan Campurdarat, menemukan ayahnya pertama kali sudah dalam keadaan tubuhnya hangus dan kaku akibat terbakar. Korban memang sudah tidak bisa berjalan, sehari – hari hanya berbaring di tempat tidur. Sumiyem, setiap pagi juga mengunjungi ayahnya yang tinggal sendiri itu. Namun tak diduga, Sumiyem justru menemukan ayahnya tewas di kamar, dengan mengenaskan. Menurut penuturan Sumiyem pada tim liputan di rumah korban Kamis pagi, ayahnya memang merokok. Keluarga menduga, itu yang menjadi penyebab ayahnya tewas terbakar.
Sumiyem menambahkan, para tetangga juga tidak ada yang mengetahui.
Bahkan tidak mencium bau asap dari rumah korban sebelumnya. Diduga korban
terpanggang api sejak tadi malam. nn
sekitar pukul 8 pagi tadi. Anak pertama Mukani, Sumiyem perempuan 52 tahun, warga Desa Sawahan Gamping Kecamatan Campurdarat, menemukan ayahnya pertama kali sudah dalam keadaan tubuhnya hangus dan kaku akibat terbakar. Korban memang sudah tidak bisa berjalan, sehari – hari hanya berbaring di tempat tidur. Sumiyem, setiap pagi juga mengunjungi ayahnya yang tinggal sendiri itu. Namun tak diduga, Sumiyem justru menemukan ayahnya tewas di kamar, dengan mengenaskan. Menurut penuturan Sumiyem pada tim liputan di rumah korban Kamis pagi, ayahnya memang merokok. Keluarga menduga, itu yang menjadi penyebab ayahnya tewas terbakar.
Sumiyem menambahkan, para tetangga juga tidak ada yang mengetahui.
Bahkan tidak mencium bau asap dari rumah korban sebelumnya. Diduga korban
terpanggang api sejak tadi malam. nn
Terima banyak Aduan Soal Pendidikan, DPRD Tulungagung Mendesak Dinas Pendidikan Kroscek Soal Daftar Ulang
Tulungagung, TW - Ahmad Djadi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tulungagung dari fraksi Golkar Rabu 21 Juli 2010 mengatakan, legislatif menerima banyak aduan masyarakat yang menyebutkan jika anggaran pendidikan Tulungagug perlu dikroscek kembali. Dari laporan yang selama ini masuk ke DPRD, masyarakat banyak yang mengeluhkan tingginya biaya sekolah, salah satunya soal daftar ulang. Menurut Djadi, kondisi di Tulungagung ternyata berbeda dengan yang ada di Surabaya, dimana sekolah di Surabaya tidak membebankan masalah daftar ulang. Adanya banyak aduan, sudah seharusnya Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi.
Lanjut Djadi, adanya pembebanan biaya daftar ulang disejumlah sekolah tidak terlepas dari peran komite sekolah, yang disinyalir belum berpihak kepada wali murid. Sesuai aturan, komite sekolah memang diberangkatkan dari pihak yang ahli pendidikan. Djadi khawatir, ada kasus kepala disalah satu sekolah justru menjadi ketua komite disekolah lain atau sebaliknya, sehingga kurang memahami keluhan wali murid. Kondisi ini cukup disesali kalangan dewan, karena tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan. Sejauh ini, Legislatif berupaya menindaklanjuti masalah itu dengan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Hingga kini, belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan, terkait pembebanan biaya daftar ulang yang berlaku disejumlah sekolah di Tulungagung. Keluh kesah wali murid baik ditingkat SMP/SMA diterima dewan beberapa waktu lalu, tidak lama setelah Penerimaan Peserta Didik Baru selesai. Pihak sekolah hanya bisa memberikan kemudahan pelunasan biaya secara angsuran, dan beralasan biaya sebesar jutaan rupiah itu akan dikembalikan untuk kepentingan siswa.and
Lanjut Djadi, adanya pembebanan biaya daftar ulang disejumlah sekolah tidak terlepas dari peran komite sekolah, yang disinyalir belum berpihak kepada wali murid. Sesuai aturan, komite sekolah memang diberangkatkan dari pihak yang ahli pendidikan. Djadi khawatir, ada kasus kepala disalah satu sekolah justru menjadi ketua komite disekolah lain atau sebaliknya, sehingga kurang memahami keluhan wali murid. Kondisi ini cukup disesali kalangan dewan, karena tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan. Sejauh ini, Legislatif berupaya menindaklanjuti masalah itu dengan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Hingga kini, belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan, terkait pembebanan biaya daftar ulang yang berlaku disejumlah sekolah di Tulungagung. Keluh kesah wali murid baik ditingkat SMP/SMA diterima dewan beberapa waktu lalu, tidak lama setelah Penerimaan Peserta Didik Baru selesai. Pihak sekolah hanya bisa memberikan kemudahan pelunasan biaya secara angsuran, dan beralasan biaya sebesar jutaan rupiah itu akan dikembalikan untuk kepentingan siswa.and
Lahan Tanam Padi Seluas 134 Ha Diserang Hama Wereng, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tulungagung Kelabakan
Tulungagung, TW - Tatang Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman dan Pangan Tulungagung Rabu dikantornya mengatakan, hal itu disebabkan minimnya ketersediaan pestida wereng dan tikus. Hingga saat ini, pestisida tikus atau rodentisida jenis phython hanya menyisakan sekitar 2 kuintal saja, sementara pestisida untuk wereng jenis aplouts hanya tinggal 1 kuintal. Padahal di Tulungagung, ada sekitar 59 hektar sawah padi diserang tikus, dan 134,5 hektar sawaah padi diserang hama wereng.
Lanjut Tatang, kebutuhan pestisida memang masih tinggi. Apalagi, hama santomonas atau yang sering disebut hama kresek yang menyerang daun padi dan bulai juga ditemukan disejumlah lokasi persawahan, dengan lahan yang diserang mencapai 194 hektar. Karena stoknya yang menipis, Dinas Pertanian sudah mengajukan bantuan ke Propinsi, untuk mendapatkan pestisida tambahan. Saat ini, pestisida tikus diajukan setengah ton, sementara pestisida wereng diajukan sebanyak 1 ton. Sebagai upaya tindak lanjut, Dinas Pertanian sudah melakukan gerakan pengendalian hama, dengan memberikan pestisida kesejumlah kelompok tani dikecamatan. Namun cara lain seperti memanfaatkan predator alami pada hama juga telah dilakukan, dengan cara penyemprotan larutan metalisium, untuk menumbuhkan jamur metalisium yang mampu membunuh wereng. Serangan hama padi memang sering terjadi, yang didukung dari ketergantungan pupuk kimia urea secara berlebihan, dan iklim panas basah, yang memicu pertumbuhan penyakit pada tanaman padi. and
Lanjut Tatang, kebutuhan pestisida memang masih tinggi. Apalagi, hama santomonas atau yang sering disebut hama kresek yang menyerang daun padi dan bulai juga ditemukan disejumlah lokasi persawahan, dengan lahan yang diserang mencapai 194 hektar. Karena stoknya yang menipis, Dinas Pertanian sudah mengajukan bantuan ke Propinsi, untuk mendapatkan pestisida tambahan. Saat ini, pestisida tikus diajukan setengah ton, sementara pestisida wereng diajukan sebanyak 1 ton. Sebagai upaya tindak lanjut, Dinas Pertanian sudah melakukan gerakan pengendalian hama, dengan memberikan pestisida kesejumlah kelompok tani dikecamatan. Namun cara lain seperti memanfaatkan predator alami pada hama juga telah dilakukan, dengan cara penyemprotan larutan metalisium, untuk menumbuhkan jamur metalisium yang mampu membunuh wereng. Serangan hama padi memang sering terjadi, yang didukung dari ketergantungan pupuk kimia urea secara berlebihan, dan iklim panas basah, yang memicu pertumbuhan penyakit pada tanaman padi. and
Dinas Pertanian Tanaman dan Pangan Jamin Tahun 2010 Tetap Surplus Beras
Tulungagung, TW - Hal itu disampaikan Tatang Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman dan Pangan Tulungagung Rabu 21 Juli 2010. Luas persawahan yang diserang hama wereng, tikus dan santomonas atau kresek dinilai kecil, sehingga tidak berdampak serius terhadap hasil produktifitas tanaman padi tahun ini. Dari pendataan Dinas Pertanian tentang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), lahan total serangan OPT hanya 0,86 persen, atau sekitar 388,21 hektar, dengan kalsifikasi 194 hektar diserang santomonas, 134, 5 hektar diserang wereng dan 59 hektar sawah terserang tikus. Dari total luas lahan yang diserang OPT, hanya 0,5 hektar sawah yang dinyatakan puso atau gagal panen, dari luas lahan tanam di Tulungagung mencapai 45 ribu hektar.
Tahun 2010, produktifitas hasil padi ditargetkan mencapai 280 ribu ton, atau meningkat 10 ribu ton gabah kering giling dari tahun 2009 lalu. Karena kebutuhan beras hanya sebesar 200 ribu ton pertahun, Tulungagung mampu berswasembada beras dan surplus gabah kering giling mencapai 80 ribu ton. Dari laporan yang diterima Dinas Pertanian, kasus serangan hama memang ditemukan menyebar, dengan kategori serangan ringan hingga berat. Serangan Wereng ditemukan di 8 kecamatan seperti Besuki, dengan kategori serangan sedang hingga berat dengan lahan seluas 134 hektar. Sementara di kecamatan lain seperti Ngantru, Kedungwaru, Boyolangu, Campurdarat, Rejotangan, Karangrejo, Kauman dan Gondang hanya bersifat populasi, karena serangan wereng ditemukan di beberapa titik dan tapi menyebar. Sedangkan serangan santomonas di 13 kecamatan diakui tidak terlalu banyak mempengaruhi hasil produktifas padi, karena masih bisa diselamatkan dengan penyemprotan pestisida. and
Tahun 2010, produktifitas hasil padi ditargetkan mencapai 280 ribu ton, atau meningkat 10 ribu ton gabah kering giling dari tahun 2009 lalu. Karena kebutuhan beras hanya sebesar 200 ribu ton pertahun, Tulungagung mampu berswasembada beras dan surplus gabah kering giling mencapai 80 ribu ton. Dari laporan yang diterima Dinas Pertanian, kasus serangan hama memang ditemukan menyebar, dengan kategori serangan ringan hingga berat. Serangan Wereng ditemukan di 8 kecamatan seperti Besuki, dengan kategori serangan sedang hingga berat dengan lahan seluas 134 hektar. Sementara di kecamatan lain seperti Ngantru, Kedungwaru, Boyolangu, Campurdarat, Rejotangan, Karangrejo, Kauman dan Gondang hanya bersifat populasi, karena serangan wereng ditemukan di beberapa titik dan tapi menyebar. Sedangkan serangan santomonas di 13 kecamatan diakui tidak terlalu banyak mempengaruhi hasil produktifas padi, karena masih bisa diselamatkan dengan penyemprotan pestisida. and
Langgan:
Entri (Atom)